Tradisi Unik yang Hanya Ditemukan di Pulau Bali

Tradisi yang masih lestari merupakan salah satu daya pikat yang dimiliki Pulau Dewata. Tak ayal beragam wisata budaya, mulai dari ragam tarian hingga tradisi tahunan khas Bali kerap memikat banyak wisatawan. Berikut beberapa tradisi unik yang hanya dapat dinikmati saat berada di Bali!

Omed-omedan

Omed-omedan merupakan salah satu tradisi Bali yang paling banyak ditunggu, baik oleh warga lokal maupun wisatawan. Omed sendiri memiliki arti menarik, sehingga tradisi Omed-omedan merupakan ritual tarik-menarik antara muda-mudi Bali yang belum menikah. Sebelum dilakukan Omed-Omedan, peserta harus melalui persembahyangan terlebih dahulu. Selanjutnya, peserta akan dibagi dua kelompok,  satu kelompok pria dan satu kelompok wanita. Nantinya akan ada satu orang perwakilan kelompok yang berada di posisi paling depan akan saling berpelukan. Selanjutnya terjadilah tarik-menarik untuk membebaskan teman yang ada di barisan paling depan tadi. Jadi jangan salah kaprah lagi ya! Ritual ini dilakukan sekali setahun, tepat di hari pertama setelah Nyepi.

Gebug Ende

Gebug Ende
Gebug Ende kadekjingga.blogspot.co.id

Lain Omed-omedan, lain pula Gebug Ende. Gebug Ende merupakan tradisi adu ketangkasan yang dilakukan oleh pria dewasa. Gubug Ende dilakukan dengan perantara sebatang tongkat dari rotan. Uniknya, saat adu ketangkasan berlangsung akan diiringi dengan gamelan Bali. Awalnya tradisi ini dihelat untuk memohon turunnya hujan ini kini hanya digelar pada waktu-waktu tertentu saja. Anda dapat menemui tradisi unik ini Desa Seraya, Kabupaten karangasem, Bali. Biasanya acara Gebug Ende digelar di Taman Ujung.

Sapi Gerumbungan

Selain itu, Bali juga memiliki tradisi unik bernama Sapi Gerumbungan. Tradisi pacuan sapi ini awalnya dilakukan sekelompok petani usai membajak sawah. Lama kalamaan tradisi ini dijadikan event tahunan. Akhirnya Sapi Gerumbungan menjadi salah satu tradisi yang diminati banyak wisatawan.

Mekare-Kare

Mekare-kare
Mekare-kare http://www.topindonesiaholidays.com

Tradisi Mekare-kare merupakan persembahan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Perang (Dewa Indra) dan para leluhur. Tradisi yang dilakukan di bulan Juni ini dikenal luas dengan sebutan Perang Pandan. Pasalnya tradisi Mekare-kare dilakukan dengan pandan berduri yang diikat yang diggunakan sebagai senjata dan perisai dari rotan yang berfungsi sebagai alat penangkis selama berlangsungnya proses Mekare-kare. Meski terlihat sebagai adu peperangan, namun usai acara tidak ada dendam antar peserta Mekare-kare. Secara keseluruhan, acara yang dihelat di Bulan Juni ini akan digelar selama 2 hari. Agar semua peserta bisa ikut andil dalam acara ini, peserta hanya memiliki waktu perang selama satu menit saja.

Sudah pernah lihat yang mana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s