Berbagai Peninggalan Bersejarah di Sekitar Bekasi

Wisata sejarah di kawasan sekitar ibukota ternyata cukup menarik untuk diulik. Bekasi misalnya. Area yang terletak di Batavia ini ternyata meninggalkan jejak-jejak sejarah yang tak lekang dimakan waktu. Berbagai bangunan bersejarah di Bekasi pun masih begitu terawat hingga kini. Tak ayal Bekasi pun menawarkan wisata sejarah yang cukup beragam. Yang berencana menikmati wisata sejarah di kota cantik ini, coba deh tengok berbagai pilihan menariknya berikut ini!

Gedung Juang

Gedung Juang Bekasi
Gedung Juang Bekasi gobekasi.pojoksatu.id

Selain Saung Ranggon, ada pula Gedung Juang. Sesuai dengan namanya, gedung ini memiliki peran penting pada masa kemerdekaan. Awalnya, gedung dengan arsitektur bergaya Eropa Indonesia ini dimiliki seorang landherr (tuan tanah) keturunan Cina bernama Kouw Tjing Kee. Di tahun 1943, bangunan bersejarah yang dikenal luas dengan nama Gedung Juang 45 atau Gedung Tinggi ini dimanfaatkan di bawah pengawasan tentara Jepang hingga akhir masa pendudukan di tahun 1945. Selanjutnya, gedung ini digunakan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara oleh KNI (Komite Nasional Indonesia) sekaligus Pusat Komando Perjuangan RI melawan Sekutu. Setelah proklamasi, Gedung Juang digunakan sebagai kantor pemerintah. Yang ingin berwisata sejarah di Gedung Juang, datang saja ke Jalan Sultan Hasanudin No. 5, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi.

Rumah Tuan Tanah Pebayuran

Lain halnya dengan Rumah Tuan Tanah Pebayuran. Rumah yang dulunya merupakan rumah warisan tuan tanah di Bekasi. Rumah yang dibangun pada abad ke-19 ini kini dimanfaatkan sebagai kantor polisi sektor Pebayuran. Rumah Tuan Tanah Pebayuran merupakan salah satu bangunan bersejarah Indonesia yang dibuat berdasarkan arsitektur art deco dengan ciri bentuk rumah yang menyerupai lambang palang merah. Di masa perang kemerdekaan, Rumah Tuan Tanah Pebayuran ternyata pernah disinggahi Ir. Soekarno sebelum dibawa ke Rengasdengklok. Penasaran seperti apa bentuk bangunan bersejarah yang satu ini? Datang saja ke Jalan Raya Pebayuran, Desa Pebayuran, Kecamatan Pebayuran, Bekasi.

Saung Ranggon

Saung Ranggon
Saung Ranggon jabar.pojoksatu.id

Saung Ranggon merupakan rumah tradisional yangdibuat pada abad ke-16 oleh Pangeran Rangga. Saung sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti  rumah di tengah sawah atau ladang. Saung umumnya digunakan sebagai ruangan untuk menungguki komoditi pertanian yang siap panen. Namun di masa penjajahan, saung juga digunakan untuk tempat bersembunyi dari kejaran penjajah. Kini halaman Saung ranggon dipilih sebagai tempat untuk menyelenggarakan acara budaya di Bekasi. Jika penasaran dengan keunikan Saung Ranggon, datang saja ke di Kampung Cikedokan, Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat.

Nggak bingung lagi kan kalau mau wisata sejarah ke Bekasi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s